Berhubungan intim sebaiknya tidak perlu direkam, catat! ini 3 bahayanya




Video berhubungan intim banyak beredar di twitter atau grup massenger.

Di antara video tersebut ada yang sengaja direkam untuk diperjual belikan, ada yang sekadar melampiaskan sisi eksibisionisnya, hingga capture video saat video call.

Ada juga yang kaget ketika videonya menyebar, padahal dia tidak pernah menyebarkan dan itu untuk koleksi pribadi.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas tuntas, termasuk bahaya ketika berhubungan intim direkam menjadi video, setidaknya ada 3 bahaya yang mengancam.

1. Resiko dipenjara

Masih ingat kasus Ariel Noah? Dia dipenjara karena kasus video porno, dia sendiri yang merekamnya, meski tidak menyebarkan.

Namun Ariel tetap dipenjara karena ada UU Anti pornografi pasal 29 yang mengatur bahwa pihak yang membuat, menyiarkan atau memperbanyak barang-barang pornografi bisa dikenai hukuman maksimal 12 tahun penjara dengan denda mencapai 6 milliar.

Jadi, saat kamu merekam suatu adegan pornografi yang memperlihatkan aktivitas seksual atau berkaitan dengan alat kelamin, maka kamu sudah melanggar hukum.

Disamping itu, video porno bisa menjadi delik umum, sehingga polisi bisa langsung menindak tanpa perlu ada laporan.

Apalagi jika iti swa video, artinya pelaku terlihat merekam sendiri adegan hubungan intim tersebut. Jadi, mending jangan rekam-rekam begituan deh.

2. Singkronisasi ponsel

Saat kamu merekam video hubungan intimmu, mungkin kamu akan berpikir untuk koleksi pribadi dan tidak disebarkan.

Tapi kamu tak pernah sadar jika ponselmu tersingkron secara otomatis dengan penyimpanan cloud atau google drive yang bisa diakses dengan emailmu.

Itu belum jika file pada ponselmu terbaca oleh sebuah aplikasi yang kamu beri akses penuh pada foto dan video di ponselmu.

Saat ponsel dijual, login otomatis ke email atau akun cloud lainnya belum dimatikan dan pemilik baru dari ponsel itu bisa dengan mudah mengaksesnya.

Artinya, meski tidak kamu sebarkan, video yang kamu rekam sangat rentan diretas atau diakses oleh pihak lain yang bahkan tak pernah kamu sadari.

Masih mau bikin rekaman video berhubungan intim?

3. Merusak citra dan masa depan

Lalu, bagaimana jika video pornomu tersebar secara luas? Bagaimana nasibmu?

Pasti kamu malu sama keluarga, tetangga, teman sekolah/kuliah, teman kerja dll.

Kamu mungkin akan keluar dari sekolah, kuliah, kerja, dan hidupmu akan berubah karena kamu akan sangat malu.

Belum lagi jika kamu terjerat UU Pornografi dan UU ITE, hidupmu makin tak karu-karuan bukan?

Hanya karena keinginan sekilas dan mungkin iseng aja, dampaknya bisa begitu sangat mengerikan, bukan?

Jadi, stop deh rekam-rekam video seperti itu, daripada menyesal nantinya.

Posting Komentar

0 Komentar