Lelaki yang Pernah Kutiduri


Sayang,

Hari ini, aku menulis untukmu dengan hati yang terbuka, meski juga penuh dengan kebingungan dan rasa sakit. Aku ingin berbicara tentang momen yang telah kita bagikan bersama, termasuk saat-saat yang penuh cinta dan juga saat-saat yang membingungkan.

Kita pernah saling melengkapi, menyatu dalam kehangatan tubuh dan keintiman yang kita bagi. Namun, ada momen di mana aku merasa tersesat, terdampar dalam kebingungan dan ketidakpastian tentang arah hubungan kita.

Tidaklah mudah bagiku untuk mengungkapkan perasaan ini, terutama karena aku masih mencoba memahami apa yang kita alami bersama. Namun, yang pasti, aku berterima kasih atas setiap momen yang kita lalui bersama, meski ada luka yang perlu diobati.

Aku berharap kita bisa berbicara secara terbuka tentang apa yang terjadi di antara kita, menyelesaikan konflik dan keraguan yang mungkin kita alami. Kita berdua pantas mendapat kejelasan dan kejujuran.

Terlepas dari segala hal, aku tetap menghargaimu sebagai manusia, dengan segala kebaikan dan kekuranganmu. Semoga kita bisa menemukan kedamaian, baik bersama maupun terpisah.

Posting Komentar

0 Komentar