Cinta dalam khayalan, tumbuh begitu indah,
Namun realitas datang, seperti badai yang pedih.
Kita, dua jiwa yang bersatu dalam mimpi,
Terhalang oleh jarak, waktu, dan takdir yang mendekat.
Kita mencoba membangun istana dari harapan,
Namun tembok-tembok realitas menghalanginya.
Kita berdua, seakan berlayar di lautan yang dalam,
Namun gelombang realitas menghantam perahu cinta.
Kisah kita, seperti novel yang belum selesai,
Dalam setiap halaman, ada konflik yang memisahkan.
Kita berdua, seperti bintang yang terpisah di langit,
Meskipun cinta ada, realitas terus menghalanginya.
Tapi kita tidak menyerah pada realitas yang keras,
Kita berjuang, meskipun terhalang olehnya.
Cinta kita, seperti bunga yang tetap mekar,
Meskipun realitas datang, kita tetap bersatu.
Kita belajar, bahwa cinta sejati mengatasi realitas,
Kita membangun jembatan dari keyakinan dan kesetiaan.
Meskipun terhalang, cinta kita tak pernah luntur,
Kita bersama-sama, menghadapi realitas, satu langkah demi satu langkah.

0 Komentar